Rabu, 13 November 2013

Pertemuan Bilateral Wakil Presiden Boediono Dengan Tony Abbot

Pertemuan bilateral Wakil Presiden Boediono dengan Perdana Menteri Australia, Tony Abbot, di Canberra, membahas isu penyadapan Canberra terhadap Jakarta. Isu penyadapan Amerika Serikat dan konco-konconya sebagaimana dibocorkan Edward Snowden juga bikin panas Jerman, Meksiko, dan beberapa negara lain.

Boediono sedang berkunjung resmi ke Australia pada 10-16 November ini, dan mengunjungi Canberra, Perth, dan Melbourne.

Dikatakan Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik, Dewi F Anwar, Rabu, "Dalam Pertemuan bilateral dengan PM Australia Toni Abbott, wakil presiden mengemukakan, isu penyadapan menjadi perhatian luas dari berbagai kalangan di Indonesia."

Isu penyadapan menjadi bagian dari tiga isu utama, selain penahanan anak buah kapal Indonesia di Australia dan apresiasi Indonesia atas dana pinjaman siaga yang diberi Australia beberapa waktu lalu. 

Terkait penyadapan, Boediono meminta pihak Australia memberikan perhatian khusus.

Sementara terkait ABK Indonesia yang ditahan di Australia, Wapres meminta segera dilakukan proses terkait hal itu.

"Hingga saat ini sudah ada 1.500 ABK yang diproses, masih ada sekitar 140 lagi yang belum diproses," katanya.

Sementara itu, Dewi juga menyatakan, dalam pertemuan bilateral tersebut,  Abbott memperhatikan secara seksama semua pembahasan dikemukakan Boediono.

Abbott juga menegaskan hubungan Australia dan Indonesia sangat penting dijaga dan kerja sama kedua negara akan terus ditingkatkan.

Sementara itu, usai pertemuan bilateral tersebut kedua petinggi negara menyempatkan untuk meresmikan Australia-Indonesia Centre yang akan menjadi pusat studi kedua negara.

Upacara pembukaan tirai plakat peresmian Australia-Indonesia Centre berlokasi di Gedung Parlemen Australia di Canberra, sekitar pukul 11.00 waktu setempat hari ini.

Pusat studi kedua negara tersebut nantinya akan berlokasi di Monash University di Melbourne.

Kamis, 03 Oktober 2013

Juara Dunia MotoGP 2007 dan 2011 Casey Stoner

Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, akan kembali menunggangi motor di MotoGP Australia, 20 Oktober 2013. Namun, mantan rider Repsol Honda itu tidak ikut balapan di Sirkuit Phillip Island.

Rumor kembalinya Stoner ke ajang MotoGP santer diberitakan sejak bulan lalu. Pembalap 27 tahun itu dikabarkan akan tampil di MotoGP Australia melalui jalur wild card. Sebelumnya, Stoner memutuskan pensiun dari ajang MotoGP usai musim 2012.

Stoner dipastikan akan kembali menunggangi motor di MotoGP Australia, namun bukan tampil untuk balapan. Seperti dikutip dari Crash.net, Stoner akan menunggangi motor bersama Wayne Gardner dan Mick Doohan untuk melakukan lap penghormatan.

"MotoGP Australia 2012 merupakan akhir kisah yang manis untuk karier MotoGP saya. Sangat menyenangkan bisa kembal ke trek bersama Doohan dan Gardner tanpa ada tekanan kompetisi. Saya tidak sabar untuk melakukannya dan bertemu fans," ujar Stoner.

Stoner, Gardner dan Doohan adalah legenda balap MotoGP asal Australia. Bahkan nama ketiga pembalap itu dinobatkan jadi nama trek di Sirkuit Phillip Island. Jalur lurus pertama di Phillip Island diberi nama "Gardner Straight", tikungan pertama dinamakan "Doohan Corner", sedangkan "Stoner Corner" merupakan nama tikungan ketiga.

"Stoner telah membuat Phillip Island bergelora, menghibur fans kami, secara terus-menerus. Kembali melihatnya di Phillip Island, bersama Doohan dan Gardner, akan menjadi kesempatan yang unik bagi fans," ujar CEO Grand Prix Australia, Andrew Westacott.

Stoner merupakan juara MotoGP Australia dalam enam tahun terakhir (2007-2012). Sedangkan Doohan mengoleksi tiga gelar juara kelas 500cc di Australia (1992, 1995 dan 1998), sementara Gardner menjuarai kelas 500cc Australia 1989 dan 1990.